Ihya' Ulumuddin disusun setelah Al Ghazali berkecimpung dalam ilmu fiqh, teologi, filsafat, mantiq, retorika dan lain-lain, tetapi bagi Al Ghazali semuanya itu tidak memberikan kepuasan batin. Namun demikian, Al-Ghazâli rahimahullah tidak mengingkari perkataan tersebut, demikian pula cerita-cerita lainnya dari tokoh-tokoh Sufi. Justru berkomentar positif, "Ini adalah bagian awal dari perjalanan mereka (menuju Allâh), sekecil-kecil kedudukan mereka, dan semulia-mulia orang yang bertakwa(?! Di antara kisah ajaib lainnya adalah mengenai kesaksian seorang sufi bernama 'Arif al-Kabir al-Yamani Ahmad Ash Shayyad yang melihat Imam Al-Ghazali dibawa Nabi Khidir dan para malaikat menuju langit ke tujuh. Ada pula kisah mengenai kemampuan Al-Ghazali yang mengundang para sufi melalui mimpi. Ihya' 'Ulumuddin ditulis oleh al-Ghazali sekitar tahun 500 H (1100 M). Kitab ini menjelaskan tentang kaidah dan prinsip penyucian jiwa, sifat takwa, zuhud, cinta, menjaga hati, dan ikhlas dalam beragama. .

cerita sufi dalam kitab ihya ulumuddin